Jumat, 30 Juni 2017
kaget.. setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini itu ga boleh.. kaget.. setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini itu diharamkan. hati bergejolak.. emosi ga karuan.. tapi setelah dibaca baca lagi kok hadisnya shahih..
seakan akan seperti mimpi.. berkali kali memastikan.. bertanya pada diri sendiri.. ah apa iyaa begini? ah apa iya begitu? kenapa ini itu diharamkan, musik diharamkan, riba diharamkan? wajarrrr… hal itu wajar saja. :) kita sudah terbiasa melihat yang biasa orang lakukan.. sudah hal biasa melihat pemandangan yg justru menurut kita tidak dosa..
tapi TERNYATA DOSA DIMATA ALLAAH.. lalu kita berdalih.. lah itu ajaa di tv pada begitu.. lah itu mereka smua begitu kok gapapaa.. ayo mulai sekarang DICARI ILMUNYA.. jangan sampe kita udah banyak mencela ternyata malu sendiri.. Islam ini bukan milik si fulan dan si fulan.. Islam ini MILIK ALLAAH. ada halal ada haram..
patokan kebenaran liat dulu apakah sesuai sama yg Rasulullah contohkan atau tidak? bukan dilihat dari banyaknya orang melakukan. bukan yaa. :) hal yang sangat wajar. berpuluh puluh taun beribadah terasa nikmat tanpa banyak yg dilarang larang.. kenapa sekarang kok banyak banget haram haramnyaa?
yaps. itu semua karna kita mencari ilmu.. wajib bagi kita menuntut ilmu.. mau tua, mau muda, mau kaya atau mau miskin. WAJIB bagi kita menuntut ilmu syar'i. karena ternyata Islam itu luarrr biasaaa lengkapnya.. semua Allaah atur. tentunya kalau kita mengaku muslim apapun yg kita terima harus kita tabayun dulu.. cari sumber yg tsiqoh (akurat).. udah tau dalilnya.. udah tau itu haram.
kita harus berusaha terus buat meninggalkan. kita berusaha mengamalkan ketika sudah tau ilmunyaa. “tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang lima perkara.” di antara lima perkara tersebut yang disebutkan oleh Rasulullah, dia akan ditanyakan tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan dari ilmunya?”
SAMINA WA ATHONA yang artinya DENGAR DAN TAAT. bukan denger lantas dibantah tanpa tabayun.. denger doang terus dipikir pikir dulu.. denger doang terus nanti nanti aja deh.. denger doang lantas bodo amatan :( semoga Allaah menambahkan kita ilmu yang bermanfaat, melapangkan hati kita ketika menerima ilmu dan memudahkan kita dalam mengamalkannya :’)
*tulisan ini lebih ditujukan kepada diri sendiri yang masih banyak lalainyaa. teruslah belajaar. jangan pernah lelah belajar, walau kadang hawa nafsu kita masih sering menolak kebenaran, teruslah menggali ilmu syar'i dan mulailah amalkan secara perlahan-lahan, sekalipun langkahmu masih terjatuh dalam kesalahan. 🌷
My love vanilla :)
*perempuanrantau, tumblr.
Selasa, 27 Juni 2017
PUTUS SILATURAHMI DI GRUP MEDSOS
Ku Tanya Ku Jawab
(-) Mengapa bila kita keluar dari Grup WA, BB, Line dll. Kita dianggap memutus silaturahmi, benarkah demikian?
(+) Jelas Benar,
*Karena manusia saat ini memandang sesuatunya dengan akalnya bukan dengan rincian/tafsir agama yg telah ada.
Mereka hanya menyimpulkan kita telah memutus hubungan pd grup medsos dan memvonis hal tsb dgn kaitan silaturahmi.
Anehnya, arti dari silaturahmi yg sebenarnya mereka tak mau peduli.
Yg banyak terjadi, kita terlalu bersemangat utk bergaul dengan teman, disisi lain hubungan kita dgn keluarga malah renggang.
Kita antusias utk berkumpul dengan teman kecil, teman sekolah, rekan kerja tapi disisi lain hubungan kita dengan Saudara malah jauh, bahkan mungkin ada yg dengan tetangga terdekat malah tidak tegur sapa.
*Jadi bila kita mau menggapai ridho Allah, baiknya kita jaga hubungan terpenting dulu yakni dengan Keluarga, Saudara, Tetangga terdekat.
Adapun utk grup dimedsos bila memang kondisi digrup tsb banyak manfaat utk kita semakin dekat dgn Allah, tidak menyimpang/tidak menyelisihi Qur'an-Sunnah bertahanlah dan bersyukurlah karna kita diberikan teman2 yg shaleh digrup tsb.
Semoga kita selalu menjaga istiqomah untuk terus menikmati indahnya hidayah.
Note :
Ku Tanya Ku Jawab
(-) Mengapa bila kita keluar dari Grup WA, BB, Line dll. Kita dianggap memutus silaturahmi, benarkah demikian?
(+) Jelas Benar,
*Karena manusia saat ini memandang sesuatunya dengan akalnya bukan dengan rincian/tafsir agama yg telah ada.
Mereka hanya menyimpulkan kita telah memutus hubungan pd grup medsos dan memvonis hal tsb dgn kaitan silaturahmi.
Anehnya, arti dari silaturahmi yg sebenarnya mereka tak mau peduli.
Yg banyak terjadi, kita terlalu bersemangat utk bergaul dengan teman, disisi lain hubungan kita dgn keluarga malah renggang.
Kita antusias utk berkumpul dengan teman kecil, teman sekolah, rekan kerja tapi disisi lain hubungan kita dengan Saudara malah jauh, bahkan mungkin ada yg dengan tetangga terdekat malah tidak tegur sapa.
*Jadi bila kita mau menggapai ridho Allah, baiknya kita jaga hubungan terpenting dulu yakni dengan Keluarga, Saudara, Tetangga terdekat.
Adapun utk grup dimedsos bila memang kondisi digrup tsb banyak manfaat utk kita semakin dekat dgn Allah, tidak menyimpang/tidak menyelisihi Qur'an-Sunnah bertahanlah dan bersyukurlah karna kita diberikan teman2 yg shaleh digrup tsb.
Semoga kita selalu menjaga istiqomah untuk terus menikmati indahnya hidayah.
Note :
*penulis bukanlah ustadz juga bukan pendakwah
Apa yang ditulis hanyalah sebagai pengingat diri sendiri dan cermin diri untuk terus koreksi dalam meluruskan nilai nilai taqwa yang sebenarnya untuk bisa dijalankan dalam rangka istiqomah agar lekat dengan hidayah
*adapun untuk rincian detil yang disertai dalil shahih hendaknya pembaca bisa searching pada artikel lain dari link yang lebih hebat dan terpercaya akuntabilitasnya.
Dan bila memang punya waktu cukup hendaknya bisa menghadiri majlis yang kajiannya dari ustadz yang berpedoman atas sumber Qur'an-Sunnah
*jangan kunjungi blog "syariahnyarocknroll.blogspot.com"
beralihlah ke blog "diennyaubaythika.blogspot.com"
Belajar Agama di Internet
BELAJAR AGAMA DI INTERNET
Aku Bertanyanya Aku NGejawab
(-) Bolehkah belajar/mencari ilmu pengetahuan tentang agama melalui internet?
(+) Tidak boleh,
*Karena nanti diejek teman/orang, dibully dengan kalimat "jangan terpengaruh dengan sipulan, dia mah bergurunya dari Ustadz Youtube,"
"makanya klo belajar jangan dari internet!?".
*Karena internet hanya untuk hura2, lucu2an, porno, iseng2an.
Itulah jawaban sebagian orang2 yg selalu bangga dengan akal dan iman yg telah dia dapat dari arahan dan didikan nenek moyang.
Merasa apa yg sekarang dikerjakan dan diyakininya sebagai amalan yg baku, benar, terpuji, lengkap dan tanpa kekurangan.
Tak mau peduli dan mengkaji lagi apakah sumber ilmu yg didapat dari kecil adalah amalan yg benar dan sesuai dari sumber Al qur'an dan perintah Rosul.
Adapun seruan/quota yg beredar di medsos tentang kabar kebenaran Sunnah malah dianggap menyimpang karena berbeda dari kebiasaan amalan yg kebanyakan dilakukan oleh kebanyakan orang pd umumnya.
Jadi kalau anda masih cinta/ridho pd teman2 jangan berguru di internet. Tapi jika anda mau mencari Ridho Allah tanpa takut utk dicemoohkan teman teruslah mencari, mengkaji, menggali lagi utk koreksi setiap amalan kita melalui link2 agama yg terpercaya. Carilah sumber link yg selalu mengajarkan amalan yg sesuai dengan Qur'an-Sunnah.
Dan bila saatnya kita siap sepenuhnya maka selanjutnya sempatkan kehadiran kita utk datang pd kajian di Majlis.
Semoga kita selalu menjaga istiqomah untuk terus menikmati indahnya hidayah.
Note :
*penulis bukanlah ustadz juga bukan pendakwah
Apa yang ditulis hanyalah sebagai pengingat diri sendiri dan cermin diri untuk terus koreksi dalam meluruskan nilai nilai taqwa yang sebenarnya untuk bisa dijalankan dalam rangka istiqomah agar lekat dengan hidayah
*adapun untuk rincian detil yang disertai dalil shahih hendaknya pembaca bisa searching pada artikel lain dari link yang lebih hebat dan terpercaya akuntabilitasnya.
Dan bila memang punya waktu cukup hendaknya bisa menghadiri majlis yang kajiannya dari ustadz yang berpedoman atas sumber Qur'an-Sunnah
*jangan kunjungi blog "syariahnyarocknroll.blogspot.com"
beralihlah ke blog "diennyaubaythika.blogspot.com"
Aku Bertanyanya Aku NGejawab
(-) Bolehkah belajar/mencari ilmu pengetahuan tentang agama melalui internet?
(+) Tidak boleh,
*Karena nanti diejek teman/orang, dibully dengan kalimat "jangan terpengaruh dengan sipulan, dia mah bergurunya dari Ustadz Youtube,"
"makanya klo belajar jangan dari internet!?".
*Karena internet hanya untuk hura2, lucu2an, porno, iseng2an.
Itulah jawaban sebagian orang2 yg selalu bangga dengan akal dan iman yg telah dia dapat dari arahan dan didikan nenek moyang.
Merasa apa yg sekarang dikerjakan dan diyakininya sebagai amalan yg baku, benar, terpuji, lengkap dan tanpa kekurangan.
Tak mau peduli dan mengkaji lagi apakah sumber ilmu yg didapat dari kecil adalah amalan yg benar dan sesuai dari sumber Al qur'an dan perintah Rosul.
Adapun seruan/quota yg beredar di medsos tentang kabar kebenaran Sunnah malah dianggap menyimpang karena berbeda dari kebiasaan amalan yg kebanyakan dilakukan oleh kebanyakan orang pd umumnya.
Jadi kalau anda masih cinta/ridho pd teman2 jangan berguru di internet. Tapi jika anda mau mencari Ridho Allah tanpa takut utk dicemoohkan teman teruslah mencari, mengkaji, menggali lagi utk koreksi setiap amalan kita melalui link2 agama yg terpercaya. Carilah sumber link yg selalu mengajarkan amalan yg sesuai dengan Qur'an-Sunnah.
Dan bila saatnya kita siap sepenuhnya maka selanjutnya sempatkan kehadiran kita utk datang pd kajian di Majlis.
Semoga kita selalu menjaga istiqomah untuk terus menikmati indahnya hidayah.
Note :
*penulis bukanlah ustadz juga bukan pendakwah
Apa yang ditulis hanyalah sebagai pengingat diri sendiri dan cermin diri untuk terus koreksi dalam meluruskan nilai nilai taqwa yang sebenarnya untuk bisa dijalankan dalam rangka istiqomah agar lekat dengan hidayah
*adapun untuk rincian detil yang disertai dalil shahih hendaknya pembaca bisa searching pada artikel lain dari link yang lebih hebat dan terpercaya akuntabilitasnya.
Dan bila memang punya waktu cukup hendaknya bisa menghadiri majlis yang kajiannya dari ustadz yang berpedoman atas sumber Qur'an-Sunnah
*jangan kunjungi blog "syariahnyarocknroll.blogspot.com"
beralihlah ke blog "diennyaubaythika.blogspot.com"
Minggu, 18 Juni 2017
*Bisakah Aku?
LABEL “SUNNAH”:::
❁ Channel https://goo.gl/kun8Mj
💧Kita jangan hanya fokus memberi label diri kita atau ustadz kita atau kajian kita dengan label “Sunnah”.
❣Kita harus berusaha dan berupaya agar perilaku dan akhlak kita benar-benar sesuai “Sunnah”.
💧Sungguh sangat disayangkan jika “Sunnah” itu hanya ada di status dan komentar kita, akan tetapi tidak ada dalam kehidupan kita sehari-hari di alam nyata.
❣Sunnah itu bukan kelompok tertentu yang eksklusif.
💧Sunnah itu suka persatuan dan membenci perpecahan.
❣Sunnah itu bisa bekerjasama dan bersinergi dengan kelompok lain sesama muslim untuk kepentingan dan maslahat umat.
💧Sunnah itu baik kepada orang lain, suka membantu, tidak mengganggu, wajahnya berseri-seri, tidak bermasam muka dan sinis.
❣Sunnah itu bisa dipercaya dan amanat dalam bermuamalah.
💧Sunnah itu mencari nafkah halal dan menghindari yang haram.
❣Sunnah itu berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali silaturrahim, baik kepada keluarga, memuliakan tetangga dan suka memaafkan.
💧Sunnah itu baik dan peduli kepada anak-anak yatim, fakir miskin dan orang-orang lemah.
❣Sunnah itu berakhlak kepada guru dan tidak pernah melupakan jasanya.
💧Sunnah itu memuliakan dan menghormati para ulama.
❣Sunnah itu jauh dari sifat ujub, sombong dan tidak berbuat dzalim.
💧Sunnah itu semakin rajin ngaji semakin mulia akhlaknya, baik perangainya, bersih hatinya dan suci jiwanya.
❣Sunnah itu selalu melakukan muhasabah atau introspeksi dan mawas diri.
💧Sunnah itu selalu mengedepankan akhlakul karimah dan menjauhi akhlak yang rendah dan hina.
❣Sunnah itu tidak mudah menjatuhkan vonis sesat apalagi kafir kepada sesama muslim yang berbeda pendapat dengannya.
💧Sunnah itu saling mengingatkan dan saling menasehati dengan sopan, akhlak, ikhlas, secara pribadi dan bukan melecehkan di depan umum apalagi bangga jika merasa berhasil menjatuhkan saudaranya.
❣Sunnah itu bukan ibarat sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh orang atau kelompok tertentu yang dengan seenaknya memasukkan atau mengeluarkan siapa saja dari Sunnah.
💧Sunnah itu saling mendoakan dan berharap kebaikan untuk saudaranya.
❣Sunnah itu hubungannya dengan Allah baik dan dengan manusia juga baik.
💧Sunnah itu meniru Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Salam dalam semua aspek kehidupannya; aqidah, ibadah, akhlak, muamalah dan lainnya.
❣Sunnah itu menyibukkan dirinya dengan bertaubat dan beramal kebaikan sebagai bekal bertemu Robbnya.
💧Sudah pantaskah kita memberikan label Sunnah kepada diri kita atau ustadz kita atau kajian kita ..?!
❣Betapa banyak yang mengaku Sunnah tapi justru mencoreng wajah Sunnah..?!
💧Ya Allah, bimbing kami agar selalu berada dalam barisan kekasihMu dan selamatkan kami dari barisan musuhMu, aamiin.
Malang,
Sabtu 17 Dzulqa’dah 1437 / 20 Agustus 2016
🌹Hamba Allah yang selalu berharap petunjuk, ampunan dan kasih sayangNya, juga selalu berdoa dan berharap mati husnul khotimah diatas Islam dan Sunnah
✒ Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami
*Sumber : fb > Putri Novia Andam Sari
LABEL “SUNNAH”:::
❁ Channel https://goo.gl/kun8Mj
💧Kita jangan hanya fokus memberi label diri kita atau ustadz kita atau kajian kita dengan label “Sunnah”.
❣Kita harus berusaha dan berupaya agar perilaku dan akhlak kita benar-benar sesuai “Sunnah”.
💧Sungguh sangat disayangkan jika “Sunnah” itu hanya ada di status dan komentar kita, akan tetapi tidak ada dalam kehidupan kita sehari-hari di alam nyata.
❣Sunnah itu bukan kelompok tertentu yang eksklusif.
💧Sunnah itu suka persatuan dan membenci perpecahan.
❣Sunnah itu bisa bekerjasama dan bersinergi dengan kelompok lain sesama muslim untuk kepentingan dan maslahat umat.
💧Sunnah itu baik kepada orang lain, suka membantu, tidak mengganggu, wajahnya berseri-seri, tidak bermasam muka dan sinis.
❣Sunnah itu bisa dipercaya dan amanat dalam bermuamalah.
💧Sunnah itu mencari nafkah halal dan menghindari yang haram.
❣Sunnah itu berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali silaturrahim, baik kepada keluarga, memuliakan tetangga dan suka memaafkan.
💧Sunnah itu baik dan peduli kepada anak-anak yatim, fakir miskin dan orang-orang lemah.
❣Sunnah itu berakhlak kepada guru dan tidak pernah melupakan jasanya.
💧Sunnah itu memuliakan dan menghormati para ulama.
❣Sunnah itu jauh dari sifat ujub, sombong dan tidak berbuat dzalim.
💧Sunnah itu semakin rajin ngaji semakin mulia akhlaknya, baik perangainya, bersih hatinya dan suci jiwanya.
❣Sunnah itu selalu melakukan muhasabah atau introspeksi dan mawas diri.
💧Sunnah itu selalu mengedepankan akhlakul karimah dan menjauhi akhlak yang rendah dan hina.
❣Sunnah itu tidak mudah menjatuhkan vonis sesat apalagi kafir kepada sesama muslim yang berbeda pendapat dengannya.
💧Sunnah itu saling mengingatkan dan saling menasehati dengan sopan, akhlak, ikhlas, secara pribadi dan bukan melecehkan di depan umum apalagi bangga jika merasa berhasil menjatuhkan saudaranya.
❣Sunnah itu bukan ibarat sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh orang atau kelompok tertentu yang dengan seenaknya memasukkan atau mengeluarkan siapa saja dari Sunnah.
💧Sunnah itu saling mendoakan dan berharap kebaikan untuk saudaranya.
❣Sunnah itu hubungannya dengan Allah baik dan dengan manusia juga baik.
💧Sunnah itu meniru Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Salam dalam semua aspek kehidupannya; aqidah, ibadah, akhlak, muamalah dan lainnya.
❣Sunnah itu menyibukkan dirinya dengan bertaubat dan beramal kebaikan sebagai bekal bertemu Robbnya.
💧Sudah pantaskah kita memberikan label Sunnah kepada diri kita atau ustadz kita atau kajian kita ..?!
❣Betapa banyak yang mengaku Sunnah tapi justru mencoreng wajah Sunnah..?!
💧Ya Allah, bimbing kami agar selalu berada dalam barisan kekasihMu dan selamatkan kami dari barisan musuhMu, aamiin.
Malang,
Sabtu 17 Dzulqa’dah 1437 / 20 Agustus 2016
🌹Hamba Allah yang selalu berharap petunjuk, ampunan dan kasih sayangNya, juga selalu berdoa dan berharap mati husnul khotimah diatas Islam dan Sunnah
✒ Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami
*Sumber : fb > Putri Novia Andam Sari
Jumat, 16 Juni 2017
*"POLA PIKIR TERBALIK"*
👉 *ORANG MISKIN :*
➡ *_Pak tolong dibuatkan parcel yg bagus dan mahal, karena itu akan saya hadiahkan utk boss saya"._*
👉 *ORANG KAYA RAYA :*
➡ *_Pak tolong dibuatkan parcel yg murah2 saja, karena itu akan saya hadiahkan untuk karyawan/bawahan saya"_*
*Pertanyaan menariknya adalah:*
👉 ■ *_Siapa yg lebih miskin ?_*
👉 ■ *_Siapa yg lebih kaya ?_*
👉 ■ *_Siapa yg lebih baik ?_*
👉 *Saya rasa jawabannya tidak usah dibahas lagi.*
👉 *Begitulah kita sebagai manusia, terkadang berpikirnya sering terbalik-balik.*
👉 *Kepada orang yg seharusnya pantas disantuni,*
➡ *justru kita jadi sangat pelit.*
👉 *Kepada orang yg berkelimpahan harta,*
➡ *kita justru jadi sangat royal.*
👉 *Kepada orang lemah/bawah yg seharusnya kita berlemah-lembut kepadanya,*
➡ *justru kepadanya kita jadi sangat kasar dan jahat dalam ucap, maupun sikap.*
👉 *Kepada orang yg sepantasnya kita tegur, karna kesombongan dan kejahatannya,*
➡ *justru kita jadi sangat hormat.*
👉 *Kepada orang yg setiap hari makan mewah,*
➡ *kita mengundangnya dalam pesta dengan suguhan makanan yg 'wah' dan melimpah.*
👉 *Tetapi kepada orang yg hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar,*
➡ *justru kita memberinya makanan sisa, yg kita sendiri sudah tidak mau.*
👉 *Begitulah kebanyakan manusia. Sering berpikir terbalik-balik.*
SAYA JADI TERINGAT DENGAN PESAN HATI :
*"Bila mau mengukur kebaikan seseorang,*
*Lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang dibawahnya*
*Atau orang-orang yg tidak memberi keuntungan apapun kepadanya"*
MUDAH-MUDAHAN KITA BUKAN TERMASUK ORANG YANG "TERBALIK"
DAN SELALU MEMPERBAIKI DIRI, UNTUK MENJADI UMAT YANG TERBAIK
SEMOGA BERMANFAAT
*Bahro Bachtiar
Kamis, 15 Juni 2017
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bicara Bid'ah bukan untuk memecah belah tapi untuk lebih Ittiba
Biasanya ada yang mengatakan dan berlogika begini :“Facebook dan komputer adalah bid’ah, naik haji pakai pesawat adalah juga bid’ah, sebab Nabi gak pernah fesbuk-an, naik haji pun Nabi pakai Onta.”Entah mereka ini memang tidak paham atau hanya sekedar pura-pura tidak paham bahwa kata “amruna” artinya adalah perintah kami, yang mana maksudnya disini adalah perintah/amalan dalam hal agama, bukan dalam hal keduniaan.
Ingat, Rasulullah adalah orang yang paling mengerti perkara ibadah.
Rasulullah tidak pernah bersabda :“Wahai ummatku.. Barangsiapa yang naik haji tidak pakai Onta maka bid’ah. dan yang lainnya
RASULULLAH diutus bukan untuk MEMBUAT PESAWAT
Rasulullah tidak diutus untuk membuat mic,speaker,mobil,pesawat,
Bidah itu hanya ada pada urusan ibadah saja, bukan urusan dunia,.
Hal yang sebutkan diatas, itu adalah urusan dunia, bukan urusan ibadah,.
Hukum asal urusan dunia itu boleh, selama tidak ada dalil yang melarang,.
“Hukum asal suatu ibadah adalah terlarang, sampai ada dalil yang menunjukkan bahwa ibadah tersebut disyari’atkan”
Yang kita bahas masalah ibadah, amalan....!
“Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Shohih)
Barangsiapa yang membuat perkara baru (أَحْدَثَ) dalam urusan (agama) kami ini yang bukan dari ajarannya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadist yang diatas ☝☝, bukan ana yang berkata, itu adalah peperkataan rasulullah.
Kalu mau marah, protes jgn sama ana. Krn ana hanya menyampaikan dalam kebenaran.
Kalu malasah dunia rasulullah berkata
“Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” (HR. Muslim, no. 2363)
.
Langganan:
Postingan (Atom)
THE DREAM THEATER MEMBUNUHKU
KEBOLAK BALIK HATI #1 Pertanyaan Dan Perkataan Mengerikan Ada pertanyaan, pertanyaan yang paling saya takutkan : "Pak..., imanku ...
-
Profil Lengkap Ubaythika Asal usul Ubaythika Aku Terlahir dari Keluarga sederhana, kedua Orangtuaku mempunyai semangat besar untuk mengub...
-
50rb-an Untuk Paket Data Sebulan Doang 300rb-an Paket Keluarga Untuk Acara Reunian Sehari Doang CUKUP 40RB SEUMUR HIDUP + AKHIRAT Inila...
-
JAWABAN QUiSISTA EDISI #2 1. Kesamaan judul lagu yg ada pada BIP dan Slank adalah "YIN YANG" 2. Lagu Pulau Biru hampi...